Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Ponpes Al Istiqomah Diduga Menyerobot Tanah, Fandil Ancam Lapor Polisi

Written By sukma wijaya on Jumat, 09 Mei 2014 | 16.29

Tanah inilah yang menjadi sengketa (Harsem/Sukmawijaya)
Demak-Lahan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafi Al Istiqomah Desa/Kecamatan Gajah, Demak, disengketakan. Fandil bin Soleman (50) warga Tambirejo Kecamatan Gajah, bersikukuh akan membawa sengketa tanah ini ke pengadilan.

Ponpes Salafi Al Istiqomah ini, berdiri diatas tanah seluas 945 meterpersegi, namun lahan tersebut menjadi sengketa.

Menurut Fandil, tanah itu merupakan peninggalan kakek-neneknya, Sutirah dan H Afandi. Sepeninggal mereka, tanah telah dikuasai secara sepihak oleh dikuasai Hanif dan Istiqomah warga Desa Gajah.

“Sepeninggal Sutirah, tanah ini tanah ini belum dibagi waris, namun sudah dkuasai oleh Hanif dan Istiqomah,” jelasnya.

Dijelaskan, sejumlah cucu Sutirah, berupaya meminta hak atas tanah itu. Belakangan, tanah tersebut sudah diklaim bersertifikat atas nama Hanif dan Istiqomah (Pengurus Ponpes Al Istiqomah, red), sehingga muncul perlawanan dari cucu Sutinah.

“kok bisa disertifikatkan, kalau buku desa pada tanah masih atas nama Sutirah dan Afandi,” ungkap Nur Wahid (saudara Fandil). Lanjutnya, beberapa kali pihak keluarga ingin menyelesaikan masalah tanah ini, namun Hanif selalu menolak. Kendati minta dimediasikan, oleh polisi atau perangkat desa Gajah.

Selain tanah pekarangan, penyerobotan tanah juga terjadi pada lahan sawah seluas 14.900 meterpersegi dan tanah tegalan 1.500 meterpersegi, milk keluarganya.  Dari hasil musyawarah, pihak keluarga akan membawa persoalan ini dimuka hukum, sekaligus menuntut hak sewa, atas pengelolaan tanah sawah dan tegalan.
   
Terpisah, Hanif membantah, melakukan penyerobitan tanah, tanah ini sudah sah miliknya, dengan bukti sertifikat. Sebelumnya tanah sudah dibagi waris, dan sebagian lahan sudah diwakafkan untuk Mushola.

“Padahal semua ahli waris sudah mengikuti proses pengukuran tanah, dan sudah jelas suratnya,” jawab Hanif.

Disinggung tanah tegalan, tambahnya, lahan itu bukan warisan, karena atas nama bapaknya. Dan secara tegas, Hanif mempersilahkan pihak lain bila akan menuntut masalah ini, di pengadilan bila ingin membuktikan keabsahan, siapa pemilik tanah sebenarnya.
-----------------------------

Happy With You "Harian Semarang" (Gustiarsih Kusumanintyas)

Written By gusti arsih on Rabu, 23 April 2014 | 14.01



Assalamu'alaikum wr wb

hay guys,,, Nama saya Gustiarsih Kusumaningtyas, biasa di panggil Tyas, namun banyak juga yang memanggil saya Gusti,,, terserah kalian aja deh mau manggil apa, tapi harus sesuai dengan nickname saya ya. :D
Saya siswa prakerin dari SMK N 11 Semarang, yang prakerin di "Harian Semarang" sejak tanggal 6 November 2013 - 28 April 2014 kurang lebihnya hampir setengah tahun (6 bulan). :). kesan dan pesan saya adalah :

Kesan :
Suka
1. banyak ilmu yang bapak pembimbing (M.Fatoni) berikan kepada saya
2. sering tertawa, mungkin karena pembimbingnya yang humoris :D
3. bisa ketemu teman baru dari sekolah lain
4. rujakan bareng sama anak smk 8
5. keep fighting, ganbate dan aaku rak popo bersama anak smk 9 :D :P
6. bisa kenal sama crew harsem
Duka
1. Naik turun tangga yang sangat curam sekali, lelah
2. paling sedih kalau di diem'in pak toni -_-
3. Trus kalau tutup pintu nya jangan keras-keras dong, kaget

Pesan :
1. tetap semangat aja buat crew harsem dan salam sukses selalu
2. buat pak toni keep fighting aja wis :D

Saya ucapkan terimakasih banyak kepada bapak M.Fatoni yang telah memberi saya banyak ilmu yang sangat sangat bermanfaat dan terimakasih banyak kepada Harian semarang telah memberikan fasilitas komputer, internet dan sebagainya. thanks to all
Saya minta maaf sekali kepada bapak M.Fatoni dan Crew Harsem apabila ada tingkah laku dan tutur kata yang kurang berkenan selama ini 

buat pak toni sekali lagi saya ucapkan sangat sangat terimakasih untuk semuanya :)
keep fighting pak toni, ganbate, and goodluck :)
keep fighting juga buat crew harsem and good luck ya, jaya selalu harsem :)

nice to meet you
see you next time :)

wassalamualaikum wr wb


KEEP SMILE IN HARSEM :)

NUR CAHYANI DESY PERMATASARI 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :D
Hello, nama saya Nur Cahyani Desy Permatasari biasa dipanggil Tata atau Mita.
Berasal dari SMK Negeri 11 (Grafika) Semarang jurusan Persiapan Grafika.
Tak usah ditanya dalam menjalani sebuah kegiatan pasti ada suka dan duka , begitu pula selama saya magang atau PKL di Harian Semarang.
Mungkin tidak semuanya saya ungkapkan satu persatu, yang baik aja deh kalo gitu . heheehe
Dari cerita suka , entah ini lucu , atau apa ...
pernah diem diem minjem kacamata pembimbing (pak toni) buat iseng foto foto gak jelas. hahaha 
kalo duka sih apa ya.., gak suka kalo didiemin sama pak toni dengan wajah yang bikin ngeri , hehe maaf ya pak ;)

Pesan : 
1. Semoga Harian Semarang yang sekarang berganti nama dengan Media Semarang makin sukses dan makin jaya.., oh ya tabloidnya harus sampai rumah saya ya :) hehe just kid
2. Buat pak toni , selalu tersenyum dan  jaga sholat 5 waktunya ya pak jangan suka nunda nunda , oke ;)
3. Buat semuanya yang ada di Harsem selalu tersenyum ya, SEMANGAT.. !!! 

Kesan :
1. Di Harsem kebanyakan ketawa , banyak yang bikin geli , hehe
2. Ketemu sama orang orang baru di Harsem yang ramah ramah juga asik
3. Banyak ilmu yang belum saya ketahui dari Pak Toni yang selalu membimbing dengan sabar.
4. Kalo ada yang belum diketahui bisa tanya sama pak Toni. 

Terima Kasih buat Harsem yang telah banyak memberi pelajaran yang berharga terutama pelajaran kehidupan terima kasih pada paktoni , ilmunya banyak bingit bermanfaat pula. 
Sekian dari saya ,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :)




Pindah PKL, Dengan Arakan Rebana Dan Dram Band

Written By sukma wijaya on Minggu, 12 Januari 2014 | 16.51

Mengarak pedagang PKL dengan rebana dan dram band. (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
UNIK, Pemkab Kabupaten Demak Jawa Tengah, memindah Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputar Masjid Agung Demak (MAD) menuju Taman Tembiring Jogo Indah, dengan arakan musik rebana dan dram band.

Ratusan PKL yang biasa jualan diseputar MAD, oleh Pemkab Demak Jawa Tengah dipindah di Taman Tembiring. Mereka diarak dengan musik rebana dan drum band, menyusuri jalan kota, dari jalan Kiai Singkil menuju Taman Tembiring Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam.

Atas kawalan mobil patroli, rombongan warga PKL berkonvoi. Kendati mereka banyak melembar senyuman kepada masayarakat yang menonton, namun dari wajah mereka masih menunjukan kemurungan, akibat lokasi jualannya dipindah.

Pedagang Nasi Mangut dan Pecel, Romijah (45) mengaku kurang nyaman bila dipindah di taman tembiring. Biasanya dia berjualan di MAD, ramai pembeli. Dia masih menyanksikan berjualan di Taman Tembiring akan seramai di seputar masjid.

“Kalau jualan dekat masjid, tidak hanya melayani wisatawan, pembelinya juga anak pelajar atau pengunjung di alun-alun Demak,” aku Romjah, Minggu (12/1)

Kalau jualan dekat masjid, sambung Penjual Bakso Balungan Iriyanto (50), sangat ramai, sehari bisa untung lebih Rp 100 ribu. “Jualan di Tembiring, saya hanya bisa berharap akan seramai dekat di Masjid Agung Demak,” pintanya.

Pedagang masih pesimis untuk berjualan di Taman Tembiring, mereka masih beranggapan keramaian kota hanya di seputar Masjid Agung Demak dan alun-alun. “Kita jualan disini masih uji coba, kalau sepi terpaksa mencari usaha lain,” jelas Kundari (54), pedagang Pecel Lele Lamongan.

Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Demak, M Ridwan, sebanyak  317 PKL akan ditempatkan di zona 1, 2 dan zona 3 Taman Tembiring. “Namun untuk sementara PKL masih menempati zona 1,” jelasnya.

Karena PKL biasa berjualan pada malam hari, sehingga di Taman Tembiring mereka akan berjualan pada sore hari sampai pagi.

Untuk lahan parkir kendaraan dan bus, akan ditempatkan dibagian belakang Taman Tembiring atau pada zona 2 dan zona 3. Sehingga penumpang harus berjalan kaki untuk menuju ke pintu gerbang taman.

Wisatawan yang akan memakai jasa ojek, becak atau dokar untuk menuju lokasi wisata religi Majid Agung Demak, harus berjalan kaki ke pintu gerbang. Karena pihaknya telah menematkan jasa angkotan itu, di depan gerbang masuk taman.
Dari proses perjalan wisatawan menuju pintu gerbang ini, mereka akan melewati los PKL yang menyajikan berbagai makan dan minuman, sehingga wisatawan bisa membeli masakan tanpa harus bersusah payah pergi ke tempat lain. (swi)

Antisipasi Bencana, Demak Kembangkan Sibat

Written By tonitok on Rabu, 08 Januari 2014 | 16.03

http://www.pmi.or.id/data/news/kudus.jpg 

Sebagai upaya mengurangi resiko bencana alam, PMI Kabupaten Demak, menggelar pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM) di lima desa yaitu  Desa Mijen, Desa Pecuk, Desa Ngelokulon, Desa Pasir, dan Desa Jleper di Kecamatan Mijen.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk membentuk tim sibat. Dimana tim ini yang nantinya sebagai sumber informasi terdepan dalam tanggap darurat, jika terjadi bencana di daerahnya masing-masing. Hal ini bertujuan mengantisipasi kejadian bencana banjir yang pernah terjadi tahun 2013 lalu.

“Jadi kegiatan ini bagian dari antisipasi kemungkinan terjadinya bencana,” ungkap Ketua PMI Demak dr. Singgih Setiyono, MMR. saat membuka secara resmi kegiatan tersebut di Aula Kecamatan Mijen 8 Desember 2013. Dan selanjutnya di Desa  Mijen tanggal 15 Desember 2013, di  Desa Pecuk tanggal 22 Desember 2013, di  Desa Jleper tanggal 28 Desember 2013, di Desa Ngelokulon tanggal 5 Januari 2014, dan di Balai Pasir tanggal 12 Januari 2014.

Masyarakat yang merupakan pemuda dan pemudi karangtaruna, perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta warga desa di kecamatan Mijen ini dikatakannya dilatih untuk menjadi tim yang sigap untuk bereaksi cepat saat terjadi bencana di wilayahnya. Mereka akan melakukan pertolongan pertama dan melakukan tindakan-tindakan awal guna meminimalisasi korban bencana.

“Kita berharap dengan pelatihan ini dapat memiliki relawan yang dapat secara cepat menangani kasus-kasus ringan terkait bencana dan penyakit sebelum mendapat penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Komandan Sibat, Khafid, mengungkapkan rasa terima kasih kepada PMI yang telah memberikan pelatihan, baik teori maupun paktek. "Materi dapat kami terima dengan baik. Apalagi diakhir acara dilakukan Simulasi, sehingga kami bisa memahami dan mengerti langkah-langkah apa yang harus kami lakukan bila terjadi bencana sungguhan," ungkapnya.

Materi yang disampaikan yaitu materi VCA, PRA & Baseline Survey , Pemetaan BKRK, Relief & Distribusi, Logistik, Evakuasi Masal, Pertolongan Pertama, Dapur Umum, Simulasi Pasang Bongkar Tenda (PBT) dan Pembuatan Draf Rencana Kontijensi. (Ery-07)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger